Archive for July, 2005

remah dan percik

Sunday, July 24th, 2005

dalam perjamuan

malam memaksa beranjak

angin menciumi ujung gaun yang manja

meminta untuk tinggal

gaun tersenyum kecil, dan berlalu

dalam keheningan kicau memecah detiknya menjadi kepingan

menghalau benak

yang tadi hendak bercumbu dengan smara

yang tersaji dan menyanyi

sekarang yang memilih untuk tinggal hanya dia

yang sendiri

selalu sendiri

mengayuh perahu rapuhnya berdendang

mengundang angin dan kicau

karena mereka yang tersisa menemani dalam perjamuan,

perjamuan dengan khamar dan cinta