Archive for November, 2005

Saturday, November 5th, 2005

trimakasih teman. perselisihan kita selalu indah. karena di akhir, kita selalu ber’cinderella’ dengan happily ever after nya. suaramu indah. hatimu adalah sungai yang mengalir, tenang dan dalam. terkadang memang bergelombang keras, tapi selalu karang itu menjaga kita.

bungkukkan badan kita ke kemegahan cinta sahabatku. kenangan yang tercipta selalu karenanya. mengisi ruang masing masing di hati kita dengan proporsinya. meski ruangan hatiku hampir penuh sesaknya, ruang di hatimu masih terbuka lapang untuknya. cinta teman, yang menyatukan kita.

haturkan syukur berkelanjutan adalah yang bisa kita hadirkan untuk Nya, jika kehadiranku untukmu, sebermakna kehadiranmu bagiku. lebih lagi, hantarkan sajalah tanpa pamrih. seperti yang biasa diingatkan saudaraku. sahabat lain yang juga mencinta sama besarnya sepertimu.

o teman, sahabat dan cintaku. aku menangis kemarin rindu akan mu. sekaligus berbahagia mendengar suaramu. tak kudengar resahmu. dan itu membahagiakanku lebih dari yang bisa kau tahu. kabarkan ceritamu selalu ya? agar ku tahu jalanmu. biar sesekali nanti, jika ada kerikil di sandalmu, aku bisa ada untuk membantumu mengamatinya dan melepas perihnya. mengambil makna terbaik dari terjadinya.

di sini wahai teman, aku mendoakan, insya allah , yang terbaik untukmu. doa yang akan selalu hadir dalam daftar permohonanku pada Nya yang Maha mengabulkan, diantara permintaan untuk kesehatan orang tuaku, kasih Nya padaku, dan perlindungan Nya untuk keluargaku.

kau, mengisi piala yang kugenggam ini dengan cinta yang megah dan mewah. doakan ya? aku akan ada di sebelahmu menemani sampai ke mimpimu. mimpi tentang kisah hatimu dan mimpimu tentang keselamatan di kehidupan panjang nanti.

Wednesday, November 2nd, 2005

hei!! rindukan aku!

bilang untuk sekali; kau rindu..

dan jangan tambahkan " juga " dibelakangnya saat kau ucapkan kata itu nanti.

tanyakan keadaanku..

tak bosankah kau dengan basa basi ‘ bagaimana harimu ? ‘ dan ‘ sampai ketemu ‘

toh kita ga pernah ketemu sejak terakhir berpisah dan mengucapkan kata tadi

kenapa tidak tanya : ‘ lu kangen gue ga? ‘ dan di akhir percakapan,  sudahi dengan : ‘ tungguin gue! ‘

hei kamu.. iya kamu, persis tidak yang lain

apa aku pantas ?

tolong jawab aku..