Archive for July, 2006

20 juli

Friday, July 21st, 2006

malam tanggal 19 juli gue ga bisa tidur, emang seperti biasa sih, tapi ternyata di hati ada yang ga biasa. sampe akhirnya malam jadi dini hari, gue masih sibuk dengan urusan memejamkan mata. bakar rokok, geser kiri, puter bantal, bakar rokok, gosok gosok muka, bikin teh manis anget, ngerokok lagi..tetep! mata melotot, kantuk tak datang.
gue jatuh cinta lagi. sama KELUARGA gue. papa, mama, ayu.
tiga orang yang sempat gue anggap hadir hanya sebagai proses dalam kehidupan, mendadak jadi lebih berarti lebih dari yang gue bisa pahami. beyond what so-called love..ah, mati. mendadak pengen gabung tidur ama bokap dan nyokap. main masak-masakan ama ayu, kakak perempuan gue (iya! dulu waktu SD gue pernah maen kaya anak cewe! hahaha!). gimana ga gila coba!!?? bocah tua berumur 22 tahun pingin tidur bareng orang tuanya. kangen sekangen-kangennya, padahal berapa sih jarak mereka dan gue malam itu? cuma dibatasin beberapa tembok dan masih satu atap!
dulu waktu smp gue ngerasa bener-bener ga betah di rumah. maunya kelayapan. ga siang ga malem. Sma gue tinggal di asrama dan hanya ketemu mereka seminggu sekali di akhir pekan. ya, dengan durasi paling panjang 25 jam dalam satu bulan. kuliah, gue di sini. bandung, pulau yang berlainan dengan mereka, dan sama sekali ga bermasalah dalam 5 tahun..tapi ngga malam ini. in an instant, i felt ive lost something. time. my grow up stages in life with them. i built everything i know, including rules, almost on my own. and it felt to be the greatest lost i might ever had.
………
keinginan untuk cepet cepet pulang ke bandung langsung hilang. pengen cepet pagi dan bilang ke mereka bertiga betapa besar gue mencintai mereka, hold my mother close and say: "even my life is less worthed than your love"
shake my father’s hand and say: "i’ll make you proud"
hug my sister and say: "you always can count on me"
i will make you all proud, i promise
…pengen seseorang untuk bercerita supaya gue ga jadi korban becandaan bokap yang ngatain anaknya cengeng karena cinta…
………
hampir 6 jam kemudian, sekira jam 4 pagi di tanggal 20 juli, gue baru bisa ngendaliin diri gue. gue usap muka dengan handuk kecil yang tadi sore di pake bokap buat keringat diketeknya. kemudian memejamkan mata untuk tidur.
sebelum tertidur, gue inget banget apa yang gue ucapin di hati.
Pa, Ma, You are all the reason i need.
….
Tuhan bantulah aku

kucing, jangan ngajarin gue lu..

Wednesday, July 12th, 2006

"waduh..rambutnya merah..ditindik lagi.."

"……"

"ngapain pake di cat segala? pake anting lagi"

"……"

[berdiri, trus bikin kopi dan sebatang rokok dibakar]

standar… emang selama ini gue juga udah ngerasa aturan yang gue bikin untuk hidup gue ga pernah sesuai dengan banyak aturan hidup orang lain. tapi, sejauh yang gue inget, gue ga pernah komentar tentang aturan hidup mereka, trus kenapa gue mesti terima komentar mereka??

anyway, yang tadi itu sepupu gue. who the hell he think he is? ketemu setelah delapan tahun, dan dateng dengan komentar seolah paling tahu apa yang baik buat gue. well, dia bisa kenalan ama pantat gue yang juga bakal ngomong " go f@#* your self!" ups, kan jadi kasar..

siapa si yang nentuin bener itu bener dan salah itu salah? lu? gue? mereka?

[to be continued]

korslet

Thursday, July 6th, 2006

aku ingin kawin! aku berteriak. kawin. kawin. kawan. tak ada kawan.

mau kawin ama siapa? kambing? monyet?

aku ingin kawin mak! iya..tapi sama siapa? kucing? sapi?

kita di tengah hutan nak.

aku cuma ingin kawin! jangan tanya sama siapa. karena di sini tiada sesiapa.

jangan bilang sama pohon. belimbing? randu?

aku tetap ingin kawin! meski belum ada sesiapa juga.

jangan bilang sama awan, lautan.

kawin dengan puisi-puisi mu saja. alam liarmu, pelarian.

aku sudah kawin mak!? bisa dengan tulisan?

tidak! jangan kawin. sayangi saja.

tapi aku bukan dewa atau hewan atau filsuf mak. siapa yang belum mengerti? aku tidak bisa dan tidak mau dan tidak rela sendiri.

kemari nak. lihat rumahmu. apa pernah kau merasa sendiri di sini?

tapi mak..tapi.

kawin itu di luar mu nak, kau lahir dewasa dan mati. kawin tidak menjadi siapa dirimu.

tapi mak..tapi.

mari nak, minum susuku. kau belum dewasa.