Archive for May, 2008

konklusi

Saturday, May 31st, 2008

"baik" kata pria besar di depan kelas. dasinya terurai di lehernya. kemeja yang dikenakannya kusam dengan sedikit robekan kecil di kerah. jasnya tak kalah muram. warna hitamnya kini berubah abu-abu dimakan usia.
pria itu lalu melanjutkan,
"setelah dibahas dengan teliti, mungkin ada yang bisa mempresentasikan kronologisnya, agar kita lebih mudah menyimpulkan" pria itu menatap bergantian mahasiswanya. di sana, duduk berjajar dimulai dari barisan kedua kursi dari depan
adalah sepuluh orang mahasiswa yang mengambil mata kuliah AC-401, filsafat hati.
seorang mahasiswa berkulit cokelat gelap, berkacamata-yang jelas sekali hanya dipakai agar terlihat sedikit lebih cerdas- mengangkat tangan.
"silakan, mas yang itu" pria itu menunjuk dengan matanya. lalu duduk disandaran kursi baris paling depan.
"kasus yang kita bahas sangat jelas" mahasiswa itu memulai.
"klasik kisah cinta seorang pria yang mendamba wanita impiannya, yang kebetulan tidak mendambanya" terlihat raut serius saat pria itu mengangkat setumpuk berkas kusal yang dengan biadab setiap hari dibaca, dibuka dengan semangat 45, lalu dilempar ke atas meja kerja saat tidak ditemukan jalan keluar.
"dari data yang kita punya, hampir 80% adalah data yang kita punya tentang tindakan si pria terhadap si wanita" katanya
dia melanjutkan sambil menatap teman teman sekelasnya satu persatu, berapi api.
"tapi tidak sebaliknya"
"si wanita hanya menanggapi, tapi tidak memulai"

to be continued along my life-just wait and see-

jakarta!!

Thursday, May 22nd, 2008

sebegitu menyebalkannya jakarta dalam otak gua, sampai ketika arian13 berteriak: "Mari sini,,bersama denganku! Membakar Jakarta!" gua adalah penonton dengan suara terlantang mengamini. AMIIIN!!
tapi tidak hari ini.
setiap titik udara di kota yang katanya metropolitan dan belagu dengan jalur buswaynya, meskipun, sumpah!, ga ada yang bisa dibanggain dengan ilusi solusi transportasi pilihan pemerintah daerahnya itu, menjadi sangat menyegarkan. memberi pori-pori kulit gua semacam hidung dan paru-paru sendiri untuk mengisap setiap jengkalnya. menikmati setiap partikel bakterinya selayak agar-agar dingin menyegarkan.
menit yang berlalu berloncatan seperti berkecepatan cahaya. tak terasa, apalagi terlihat. mengalir cepat begitu saja. sehingga yang gua ingat hanya sekelebat kumpulan penjaja jajanan keliling, pepohonan minim dan carut marut lalu lintas yang indah nian rasanya. ah, candu bahkan tak bisa menyaingi sensasinya. mabuk namun penuh logika. gila tapi tahu arah. mencinta kata kuncinya.
sebelas siang terasa waktu yang paling tepat gua pikir malam sebelumnya untuk menempuh perjalan bersejarah dalam hidup gua. dan jadilah jam sebelas siang gua berlari mencoba menyamai ibunda waktu yang tak punya kasih. bayar tiket travel dan tanpa babibu, gua sudah di kilometer 98. berharap hari ini sempurna, yang akhirnya gua tahu, sepertinya kata sempurna itu tidak sempurna. selalu ada yang kurang.
13.32 travel merapat. gua sudah bersiap menghadapi tekateki maut. gua ga ngerti jakarta sama sekali. TINJA!! harus bertanya agar tak sesat di jalan.
gua langsung tersadar waktu gua buka pintu travel bahwa udara kota bang Yos tidak sekasar biasanya. teduh malah dalam nalar gua. penjual sate terlihat tampan dengan topi pandannya. bahkan sopir angkot tersenyum. whatt!! gua mimpi ya?? tapi beneran, semua hampir sempurna (apa kata sempurna tidak pernah bisa berdiri sendiri?). hanya hampir.
setelah makan siang dan dzuhur di warung mie kriting bukit indah, melajulah gua di jalan. bak ali topan, tapi tanpa kendaraan. satu bawaan. kantong keresek putih transluscent bertali merah berisi boneka anjing dengan pita merah dan kartu kecil yang didalamnya bertulisan "cepat sembuh, biar bisa lari-lari lagi. andang"
hanya enam ribu rupiah dengan taksi, perjalanan selesai. destination fifth floor.
ahhhh…akan makan waktu serupa masa penjajahan belanda kalo gua cerita detailnya. yang akan gua ingat adalah, Putih, cantik, tawa yang sempurna…(SEMPURNA yang berdiri sendiri. mukjizat kah?), dan satu lelucon untuk ibunya: Makasih MAMA (semua tertawa) dan gua udah di perjalanan kembali ke bandung.
ini perjalanan pertama gua SENDIRIAN ke jakarta. seumur hidup akan gua kenang karena gua lakukan untuk seseorang yang gua cinta. mencintainya hari ini, kemarin, dua pekan yang lalu, ga tau sampe kapan.
gua bahkan membuktikan pada diri gua sendiri, gua bisa mencinta lebih untuk dia yang bahkan tidak menganggap gua istimewa.
ah! fucking hell! i’ll wait. like i never care for anything else.

jadi, ini hanya kisah serabutan. tanpa awal, alur yang berantakan. bahasanya aja ga baku sama sekali. bertaburan bahasa asing di sana sini sok nginggris. sekali lagi gua ga peduli. hari ini masih hanya tentang dia. tebaklah siapa.
kalian tahu jawabannya!
buat Rezi, Fahmi&Erika, Kenneth, anjinglah dudes! makasih dukungannya.
i love her

rumput dan tanah liatku

Saturday, May 17th, 2008

inginkan aku

beri aku kesempatan untuk mendekap dan mengamankanmu dari gangguan

memberimu kebahagiaan dan senyuman

menuliskan ribuan puisi untukmu

bernyanyi untukmu, bahkan menangis untukmu

jangan berlari dan menjauh rumput dan tanah liatku

inginkan aku

izinkan aku

life after a dream

Wednesday, May 7th, 2008

i kiss a girl, and she smiles. she said, id love to have you here all night.
i said, id love that too, but i can’t. you don’t love me.
why o why you said that? she said. i love you, just like you want. just like your dreams.
exactly! i said. this is where i suppose to open my eyes and wake up.
no, don’t do that. you’ll cry afterwards.
no, i wouldn’t. i am ready.
really? would you let go of me in your dreams? she said.
no, for i am not ready for that. i only up for a night at a time. i’ll keep you in dreams for that the only thing i could do to be with you. whole.
you know im with you almost every day love. she put her arm around my back.
i know..i know. i can only stare the floor.
so what do you want more? she let her arm fall upon my lap.
i want you to want me. to need me. to ask me where i’ve gone and where i’m going.
i want you to be jealous, i need you to be curious.
i cant, o you know i cant,, for i need more. she stands up and walk to the door.
i need more than you. though i am happy with you, you’re never in my dreams. and never will.
eventually i’ll wake up. i said to my self,
but i never did. i never opened my eyes.
i still dreaming of you, wanted you.
hopefully you’re dreams will guide you somewhere, a place where i’ll wait with roses and songs telling stories of your beautiful laugh..