jakarta!!
sebegitu menyebalkannya jakarta dalam otak gua, sampai ketika arian13 berteriak: "Mari sini,,bersama denganku! Membakar Jakarta!" gua adalah penonton dengan suara terlantang mengamini. AMIIIN!!
tapi tidak hari ini.
setiap titik udara di kota yang katanya metropolitan dan belagu dengan jalur buswaynya, meskipun, sumpah!, ga ada yang bisa dibanggain dengan ilusi solusi transportasi pilihan pemerintah daerahnya itu, menjadi sangat menyegarkan. memberi pori-pori kulit gua semacam hidung dan paru-paru sendiri untuk mengisap setiap jengkalnya. menikmati setiap partikel bakterinya selayak agar-agar dingin menyegarkan.
menit yang berlalu berloncatan seperti berkecepatan cahaya. tak terasa, apalagi terlihat. mengalir cepat begitu saja. sehingga yang gua ingat hanya sekelebat kumpulan penjaja jajanan keliling, pepohonan minim dan carut marut lalu lintas yang indah nian rasanya. ah, candu bahkan tak bisa menyaingi sensasinya. mabuk namun penuh logika. gila tapi tahu arah. mencinta kata kuncinya.
sebelas siang terasa waktu yang paling tepat gua pikir malam sebelumnya untuk menempuh perjalan bersejarah dalam hidup gua. dan jadilah jam sebelas siang gua berlari mencoba menyamai ibunda waktu yang tak punya kasih. bayar tiket travel dan tanpa babibu, gua sudah di kilometer 98. berharap hari ini sempurna, yang akhirnya gua tahu, sepertinya kata sempurna itu tidak sempurna. selalu ada yang kurang.
13.32 travel merapat. gua sudah bersiap menghadapi tekateki maut. gua ga ngerti jakarta sama sekali. TINJA!! harus bertanya agar tak sesat di jalan.
gua langsung tersadar waktu gua buka pintu travel bahwa udara kota bang Yos tidak sekasar biasanya. teduh malah dalam nalar gua. penjual sate terlihat tampan dengan topi pandannya. bahkan sopir angkot tersenyum. whatt!! gua mimpi ya?? tapi beneran, semua hampir sempurna (apa kata sempurna tidak pernah bisa berdiri sendiri?). hanya hampir.
setelah makan siang dan dzuhur di warung mie kriting bukit indah, melajulah gua di jalan. bak ali topan, tapi tanpa kendaraan. satu bawaan. kantong keresek putih transluscent bertali merah berisi boneka anjing dengan pita merah dan kartu kecil yang didalamnya bertulisan "cepat sembuh, biar bisa lari-lari lagi. andang"
hanya enam ribu rupiah dengan taksi, perjalanan selesai. destination fifth floor.
ahhhh…akan makan waktu serupa masa penjajahan belanda kalo gua cerita detailnya. yang akan gua ingat adalah, Putih, cantik, tawa yang sempurna…(SEMPURNA yang berdiri sendiri. mukjizat kah?), dan satu lelucon untuk ibunya: Makasih MAMA (semua tertawa) dan gua udah di perjalanan kembali ke bandung.
ini perjalanan pertama gua SENDIRIAN ke jakarta. seumur hidup akan gua kenang karena gua lakukan untuk seseorang yang gua cinta. mencintainya hari ini, kemarin, dua pekan yang lalu, ga tau sampe kapan.
gua bahkan membuktikan pada diri gua sendiri, gua bisa mencinta lebih untuk dia yang bahkan tidak menganggap gua istimewa.
ah! fucking hell! i’ll wait. like i never care for anything else.
jadi, ini hanya kisah serabutan. tanpa awal, alur yang berantakan. bahasanya aja ga baku sama sekali. bertaburan bahasa asing di sana sini sok nginggris. sekali lagi gua ga peduli. hari ini masih hanya tentang dia. tebaklah siapa.
kalian tahu jawabannya!
buat Rezi, Fahmi&Erika, Kenneth, anjinglah dudes! makasih dukungannya.
i love her
May 22nd, 2008 at 7:09 pm
nice writing