March 2nd, 2008 by andang-maulana
analogi perigi. Apr 25, ‘06  9:34 AM
for everyone

anak kecil itu bernama andang. kulitnya coklat matang terbakar
matahari. mata coklat dengan bulu mata yang tidak terlalu bagus
miliknya liar menatap lalat yang beterbangan.

‘apa yang mereka kerjakan?’ mungkin dalam pikirnya.

tangannya lalu meraih satu lalat yang hinggap. hampir terjatuh dia saat
kursi yang didudukinya terjungkit ke depan. lalat itu terbang.

’sial’ katanya salam hati.

dia bangkit dan berjalan mengikuti arah terbang lalat. melompat
sesekali waktu lalat itu hinggap di tempat yang agak tinggi. berlari
mengejar dengan celana yang merosot turun jauh di bawah pinggang saat
lalat itu terbang terlalu cepat.

‘lalat, lalat, kembalilah. tak kan kusakiti kau’

napasnya terengah engah menyeru kepada sang lalat. menyeru dengan nada merayu. diselipkan teliti agar sang lalat tak besar hati.

‘lalat, lalat, temani aku. kuberi kue kering kesukaanmu’

duduknya bersimpuh, dahi berpeluh. kakinya tak hendak lagi berlari.
dilipat rapi mengharap lalat menghampiri.

‘temani aku..’ gumamnya lirih.
‘temani aku…’ katanya lagi, penuh perih.

untuk teman yang kurindu, kunanti, kucinta sepenuh hati.

mina

November 7th, 2007 by andang-maulana

namanya wilhelmina medina siagian. keturunan belanda-batak. indah nian paras campuran melayu-eropanya. rambut hitam lurus terurai, mata bulat besar jernih, kulit putih porslen cina, badan jangkung semampai. anggun.
baik perangainya; menunduk di kala bicara dengan yang lebih tua, menyapa dengan salam tetangganya. tersenyum dipanggil namanya.
wilhelmina secantik bidadari. sekolah di pendidikan tinggi negeri terpuji.
wilhelmina seindah pelangi. ramah, terpelajar dan baik hati.

bapaknya Daniel Siagian. veteran perang kemerdekaan yang beristri dua. masih gagah dilihatnya, padahal berusia 72. tak punya anak sampai lanjut usia, baru diberi wilhelmina seorang, setelah mempersunting wanita belanda.
orang-orang sekitar rumah memanggilnya Om atau tulang, anak-anak memanggil opung. disegani dia oleh kerabat, saudara dan sahabat. ditakuti dia oleh pemuda-pemuda bejat, pemabuk, pemadat. Tulang Siagian pemarah bila mendengar berita tentang narkoba.
"bodo kali anak muda sekarang" katanya suatu saat menyimak koran tentang bandar narkoba yang tertangkap. muda belia usianya.

Ibunya Julia Mellema Hans. Masuk Islam saat menikah dengan Tulang Siagian. tidak pernah membantah. bule totok berpendidikan melayu asli. lebih baik tabiatnya dari pada kebanyakan istri pribumi. cantik parasnya, hampir secantik wilhelmina. namun pucat kulitnya, berbintik pula pirang rambutnya. senang sekali bernyanyi, diiringi Tulang Siagian yang masih gagah dengan gitarnya, mama Juli orang-orang memanggil, bernyanyi menyambut petang di beranda rumah.

Tukang kebun Tulang Siagian berbadan tinggi besar. kelahiran madura. tak satu pun yang tahu nama benarnya, hanya cak Biro dipanggilnya. jarang sekali bicara, tapi kata orang tak luka kulitnya oleh tebasan parang. cak Biro sekaligus sopir wilhelmina. kemana-mana sang putri pergi ada dia. les piano, pulang dan pergi sekolah, bahkan plesir dengan temannya, cak biro menemani. wilhelmina tak keberatan, sedari kecil telah jadi kebiasaan. bila cak biro tak tampak, cemaslah Mina.

ada lagi pembantunya. namanya marti, yu marti. asli desa situ. beranak tiga, laki semua. Tulang Siagian menyekolahkan mereka, memberi makan seperti anak sendiri rupanya. Amar, Bona dan Cala nama mereka. Amar dan Bona kembar, sementara Cala tak bisa bicara.
Yu Marti pernah punya suami, pergi mengambil roti ke pasar suatu hari, tak pernah kembali. yu marti tidak pernah menangis ditelantarkan ditinggal suami, hanya jadi takut, Darto namanya, kembali mengambil satu atau malah ketiga-tiga pangerannya. setengah mati dijaganya anak-anak itu, disimpan di bawah ketiak bila bisa. agar tak ada yang bisa mengambil mereka selain dia.

********************to be continued=)***********************************************

i wish

March 28th, 2007 by andang-maulana

aku seorang jendral.
dengan bintang dan semuanya itu.
dengan kumis dan kuasa.

aku seorang kaya.
dengan mobil dan semuanya itu.
dengan uang dan mobil mewah.

aku seorang ksatria.
dengan kuda dan pedang.
dengan puri dan putri.

tapi andai,
aku seorang kusir pedati
seorang penanam padi.

andai aku merpati
sekuntum bunga matahari.

andai,
aku bukan aku
dia bukan dia
lalu siapa kita?

mari anggap,
kita dua orang dewasa dalam balutan ruang kedap suara tanpa busana
akankah kita bercinta sekuat tenaga, berteriak puas sekencangnya,
atau malah diam bertukar cerita?
ya, sisanya tetap tanda tanya
karena semua cuma umpama

kita kebetulan berdua
kita kebetulan saling suka
kita "secara tidak sengaja" berpikiran sama
jadi, bukan salah siapa siapa tentunya

siapa yang menjadikan aku jendral kaya berhati ksatria?
kau tentunya
siapa yang menjadikan aku petani miskin, seekor merpati dan bunga matahari?
kau juga

andai, malam itu tak pernah terjadi
malam kau direnggut duka ditinggalnya
andai, malam aku di kamarmu adalah saat ini
akan kurenggut duka itu, kusumpal dengan bahagia aku menciummu

kulihat kebunku..

March 13th, 2007 by andang-maulana

kalo denger lirik di atas, pasti kita semua tahu terusannya.
yap, penuh dengan bunga. tapi..kenapa rasanya "kebunku" seperti kosong ya?

bukan pengen mengeluh, tidak berterimakasih, atau apa pun, tapi…ya itu tadi, gue ngerasa kosong.
padahal kalo dibandingin temen-temen, gue bisa dibilang lebih lo. pacar punya. kendaraan punya. kuliah udah hampir beres. hiburan ga kurang. duit cukuplah. tapi…ya itu tadi, gue kosong.
apa karena gue ga nanam bibit yang tepat sampe bunga yang seharusnya berkembang cantik malah jadi layu dan berduri banyak?
atau, bibitnya udah tepat tapi pupuknya yang salah?
capek ah..
intinya saya cuma pengen ngeluh.
lihat kebunku penuh dengan peluuuhhh…hahahahaha..hiks.

waktu itu

January 9th, 2007 by andang-maulana

gagak berteriak
aku mendongak
langit merah jingga kelabu tipis
memerah perlahan manis
terakhir kalinya aku mencinta
dia menunjuk angkasa
kekasih, awan indah hari ini
iya, jawabku.
tak seindah tawamu tapi

pintu berderak
jendela menjeblak
angin malam dingin semilir
memuntir kencang berdesir
terakhir kalinya aku merayu
dia mengusap leherku
cinta, aku hangat dipelukmu
iya, jawabku.
sehangat selimut tebal di tempat tidurmu

tapi..aku tidak bahagia
kau tidak membahagiakanku
aku tidak gembira
kau tidak tertarik dengan gembiraku

aku meninggalkanmu, agar kau tak terikat aku
aku meninggalkanmu, agar bisa kau capai sendiri indahmu
karena aku bukan untukmu
kau tidak mencintaiku

wanita yang kucinta kau menyakitiku!

cinta

December 25th, 2006 by andang-maulana

hidup, terjadi satu arah
tidak mundur, hanya ke depan
waktu kesalahan tercipta, saat ini
akan jadi penyesalan, tak terkatakan
aku hidup dengan hati, ujarku padanya
tidak dengan logika
aku berkata karena aku merasa
bukan serampangan, tidak pula serabutan
keputusan ada di satu tangan
dan yang lain hanya bisa menerima
ringkas,
keinginan milik satu tangan
yang lain hanya ikut-ikutan
ringkas,
kau tahu aku hanya ingin kau tahu
tidak untuk memiliki
tidak untuk berusaha berbagi
cinta ini milikku
cinta ini perasaanku
bukan untukmu
tapi kau terima persis seperti mimpi buruk, kabar duka, berita burung yang tidak berlogika\
aku menyesal
aku minta maaf
aku bercerita
aku..kau kenal aku
aku hanya tidak ingin mati tanpa sempat berkata
aku mencintamu
itu saja,
itu saja
………………………………..

sisipan

November 25th, 2006 by andang-maulana

kita memaki dengan bahasa yang sama,
sampai malam itu kau teteskan airmata karenaku.
entah karena dunia entah karena jagad raya,
entah karena senja, entah karena suasana
lembut embun yang mengalir dari jendela berlapis mutiara itu menjadi sangat indah.
hanyutkan aku jauh
hanyutkan aku memasuki indah yang baru
kudekap dengan dua tangan dan dadaku
kusesap bau keringatmu
kubayangkan kau tulang rusukku
kunikmati getaran dan seguk tangismu
ah mati…
hidup tak pernah senikmat ini
mungkin ini arti fana, menggeliat dalam airmata
tertawa dalam duka, memaki di kala cinta
kubilang; aku manusia yang khilaf, fana dan tak lekang dari salah
kubilang; kau bukan semesta tapi ini cerita kita
kubilang; hatiku menipu
kubilang; aku…adalah milikmu
lalu malam berpura-pura jadi buta
kusesap kembali udara malam dari antara rambut dan lehermu, pura-pura tidak tahu
kubenamkan mukaku, dalam-dalam
dalam dalam..
inikah akhirnya, kesimpulan cerita pendeknya?
inikah awalnya, novel picisan yang bertema biasa, cinta?
terserah,
malam dikutuk untuk jadi buta, aku juga
aku juga

26 november 2006, lepas tawa

bukan semesta..

September 18th, 2006 by andang-maulana

dalam dua hari matahari begitu terang menyinari
menemani menari
melindungi sendiri yang mandiri
ah, aku hanya manusia
mengaku gagal dan menangis, gila
tapi tidak lantas jera dan menyerah tanpa daya
aku manusia dan kau bukan semesta
aku bukan semesta,
tapi dari kita, akan lahirlah jagad raya
paling tidak untuk saat ini, Ri
untuk saat ini, oh aku mengharap sampai nanti
(bahagialah bersamaku)

UFO

August 18th, 2006 by andang-maulana

do you realy think what i think Ron? kataku
do i realy have to say it twice? dia malah balik bertanya
that is not the point, dude.
so what is? tanyanya. rambut merahnya menjuntai menutupi sebagian alis dan mata kirinya. haha, andai aku wanita.
i dont know..[pinter juga orang ini, mengena]
listen, katanya, we are one. its not that hard to imagine.
i know..[lagi-lagi mengena]
so why bother asking?
its just that we were never agreed about anything before.
there is always the first time d-u-d-e. dia mengejanya dengan nada mengejek. setengah tertawa.
so where do we gonna put this picture?  your heart or mine?
ronald tidak menjawab. tangannya mempermainkan remote televisi yang rusak. matanya tertuju pada foto yang kupegang, tapi jelas hatinya tidak.
i dont think we should keep it, dia memecah sunyi tiba-tiba.
what? i thought..
yeah you thought we wanted. katanya memotong. but i dont. its just you.
but, you just say that you and i are thinking the same way.
i did. but i think, we agreed that we both love her. not agreed to keep a picture of her.
damn you!
o yea? damn you.
dia membalas dengan dingin. selalu ada perasaan aneh setiap dia memakiku seperti barusan. perasaan antara kaget, marah dan senang. kaget, karena dia hanya akan memaki pada situasi yang benar-benar mendesak. marah, karena dia cuma sosok bayanganku, alter-ego yang tak berbentuk nyata. senang, karena meski dia memaki, dia tetap tenang. haha, aku memang aneh.
so what should we do with this picture.
dont ask me. ask your self.
i am asking to my self, kataku. in case youre forget, you are me Ron.
ronald berdiri dan lalu membelakangiku. sambil berlalu, dia mengucap satu kalimat yang akan selalu kuingat baik-baik seumur hidupku.
if you are so smart, you wouldnt be needing me at the first place…
[yes Ron, i dont need you anymore]

when we decided

August 5th, 2006 by andang-maulana

jurig mampus asam kentut kadal bengkok muka penyok!!
hahahahahaha
eh jangan ketawa lu, mikir! ini bukan cuma tentang gue. juga lu dan kita semua!
lo?
….
udah mi, kita bisa cari jalan keluar tanpa makian, tanpa emosi sesaat.
…..[terisak di seberang sambungan]
yee dia nangis.
telepon terputus. waktu berjalan pelan dengan derap tak beraturan. kadang seragam, kadang serabutan.
aneh, hidup ini. kemarin indah bertaburan cinta. sampai sampai lauk makanku seperti berwarna merah muda. tapi hari ini, caci maki.
dia wanita. aku wanita. aku tahu dia lebih tahu siapa yang tidak tahu.
hebatnya, justru si satu itu, yang benar benar dia harap untuk tahu dan setuju, adalah satu yang benar benar tidak tahu.
laki-laki memang tolol. cuma mengandalkan otot dan pikiran tanpa perasaan sama sekali. huhuhu. mereka bahkan lebih tolol dari keledai. ya kan? bicaralah terus terang. pria hanya didorong keinginan untuk berkuasa, lebih hebat dari sesamanya. di lain waktu pria begitu sensitif, seperti bayi prematur tanpa kelamin. ah pria, kalian munafik!!