namanya wilhelmina medina siagian. keturunan belanda-batak. indah nian paras campuran melayu-eropanya. rambut hitam lurus terurai, mata bulat besar jernih, kulit putih porslen cina, badan jangkung semampai. anggun.
baik perangainya; menunduk di kala bicara dengan yang lebih tua, menyapa dengan salam tetangganya. tersenyum dipanggil namanya.
wilhelmina secantik bidadari. sekolah di pendidikan tinggi negeri terpuji.
wilhelmina seindah pelangi. ramah, terpelajar dan baik hati.
bapaknya Daniel Siagian. veteran perang kemerdekaan yang beristri dua. masih gagah dilihatnya, padahal berusia 72. tak punya anak sampai lanjut usia, baru diberi wilhelmina seorang, setelah mempersunting wanita belanda.
orang-orang sekitar rumah memanggilnya Om atau tulang, anak-anak memanggil opung. disegani dia oleh kerabat, saudara dan sahabat. ditakuti dia oleh pemuda-pemuda bejat, pemabuk, pemadat. Tulang Siagian pemarah bila mendengar berita tentang narkoba.
"bodo kali anak muda sekarang" katanya suatu saat menyimak koran tentang bandar narkoba yang tertangkap. muda belia usianya.
Ibunya Julia Mellema Hans. Masuk Islam saat menikah dengan Tulang Siagian. tidak pernah membantah. bule totok berpendidikan melayu asli. lebih baik tabiatnya dari pada kebanyakan istri pribumi. cantik parasnya, hampir secantik wilhelmina. namun pucat kulitnya, berbintik pula pirang rambutnya. senang sekali bernyanyi, diiringi Tulang Siagian yang masih gagah dengan gitarnya, mama Juli orang-orang memanggil, bernyanyi menyambut petang di beranda rumah.
Tukang kebun Tulang Siagian berbadan tinggi besar. kelahiran madura. tak satu pun yang tahu nama benarnya, hanya cak Biro dipanggilnya. jarang sekali bicara, tapi kata orang tak luka kulitnya oleh tebasan parang. cak Biro sekaligus sopir wilhelmina. kemana-mana sang putri pergi ada dia. les piano, pulang dan pergi sekolah, bahkan plesir dengan temannya, cak biro menemani. wilhelmina tak keberatan, sedari kecil telah jadi kebiasaan. bila cak biro tak tampak, cemaslah Mina.
ada lagi pembantunya. namanya marti, yu marti. asli desa situ. beranak tiga, laki semua. Tulang Siagian menyekolahkan mereka, memberi makan seperti anak sendiri rupanya. Amar, Bona dan Cala nama mereka. Amar dan Bona kembar, sementara Cala tak bisa bicara.
Yu Marti pernah punya suami, pergi mengambil roti ke pasar suatu hari, tak pernah kembali. yu marti tidak pernah menangis ditelantarkan ditinggal suami, hanya jadi takut, Darto namanya, kembali mengambil satu atau malah ketiga-tiga pangerannya. setengah mati dijaganya anak-anak itu, disimpan di bawah ketiak bila bisa. agar tak ada yang bisa mengambil mereka selain dia.
********************to be continued=)***********************************************